Arsip untuk ‘Tak Berkategori’ Kategori

Mari Ikut Dalam Gerakan Bersama Sedunia Memotong Mata Rantai Penyebaran Virus Flu Burung Demi Menyelamatkan Jiwa Umat Manusia di Bumi

Juli 19, 2008

Oleh Heri Hidayat Makmun

( Silahkan copy paste, translate ke berbagai bahasa dan sebarkan )

Tingkat dan metode penularan flu burung semakin menjadi kekhawatiran dunia setelah beberapa kasus ditemukan di Turki dengan tingkat penyebaran yang diduga sangat cepat. Negara-negara Eropa kini berjaga-jaga karena flu burung – yang pertama muncul di Asia Timur – telah mencapai Turki yang dilihat sebagai jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Para ilmuwan khawatir wabah global jenis virus flu burung yang mematikan pada manusia akan melanda sebentar lagi karena wabah semacam ini cenderung terjadi tiga atau empat kali dalam masa satu abad. Flu burung kemungkinan besar akan menjadi pemicunya. Satu kasus saja yang menjadi penyebab penyakit itu – H5N1 – menimbulkan kekhawatiran besar.

Virus ini amat mudah menular dan mematikan pada unggas yang disebarkan lewat unggas. H5N1 sudah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia sejak pertama kali muncul di Asia Tenggara pada 2003. Para pakar menduga tidak lama lagi virus itu akan berubah sifat dan mengembangkan kemampuan untuk ditularkan dengan mudah di kalangan manusia. Penyebaran yang dilakukan dengan media udara, debu, atau sentuhan langsung, sehingga virus ini lebih berbahaya dari pada virus penyebab AIDS atau lainnya jika dilihat dari mekanisme penularannya.

Jenis flu burung baru yang mampu memicu pandemi mematikan dapat bermutasi apabila virus flu burung bergabung dengan virus influenza manusia. Hal ini bisa terjadi apabila seorang manusia tertular kedua jenis flu tadi pada saat yang bersamaan. Dikhawatirkan jenis virus baru itu dapat menyebar dengan mudah dan cepat, menewaskan penderitanya dalam jumlah besar. Orang-orang yang tidak memiliki kekebalan tubuh prima tidak dapat menangkal infeksi tersebut.Penyakit itu bisa membunuh sekitar dua juta orang di seluruh dunia dan banyak lainnya akan tertular. Hal ini didasari dari perkiraan para ahli.

Melihat potensi masa depan yang semakin berbahaya, sangat penting artinya bagi umat manusia untuk terus mendukung usaha-usaha Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari untuk mereformasi organisasi dunia WHO demi menyelamatkan nyawa jutaan umat manusia yang berada di negara miskin, negara-negara dunia ketiga. Demi hak hidup jutaan nyawa tersebut suara Siti Fadilah Supari harus tetap didengar dan kita harus menjaga agar dia tetap dapat terus berbicara untuk menegakkan keadilan dan akses vaksin dan obat flu burung bagi negara-negara miskin. Semua negara harus mendapatkan akses obat yang murah. Tidak akan bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus flu burung jika ada salah satu negara saja gagal dalam menangani penyebaran virus ini.

Bahwa kerawanan dan potensi penyebaran virus flu burung dalam jangka panjang sangat mengkewatirkan oleh karena itu, harus ada upaya-upaya untuk melakukan pencegahan penularan baik dengan proteksi pada peternakan unggas, satwa liar kebun binatang, maupun satwa liar secara cepat dan sistematis di seluruh dunia, terutama pada negara-negara yang telah jatuh korban kematian akibat virus H5N1 ini seperti China, Indonesia, Thailand, Vietnam, India dan lainnya.

Kesempatan untuk menyelamatkan generasi manusia hanya ada pada saat-saat sekarang ini, jika virus ini bermutasi lebih cepat dari yang kita perkirakan maka kita akan berada pada kondisi terkejar pandemi yang telah menyebar luas dan maut bagi umat manusia tak dapat dihindari lagi. Jika memang betul proses penularan sudah sampai pada generasi virus yang bermutasi dengan kemampuan menularkan dari manusia ke manusia, kecepatan penyebaran bukan secara deret hitung (1,2,3, dan seterusnya ), tetapi secara deret ukur yang berlipat-lipat (1,2,4,8, dan seterusnya). Sekali lagi kesempatan kita ada pada saat sekarang ini, jangan lengah mari berkerja bahu membahu memutus mata rantai virus ini diseluruh dunia.

Perlu pengadaan vaksin obat yang dilakukan dengan pengembangan penelitian dari pihak-pihak non komersial, atau gabungan pemerintah negara-negara di seluruh dunia. Melakukan penelitian secara bersama diantara negara-negara di dunia. Berbuat secara tulus dan demi menyelamatkan nyawa jutaan umat manusia dan demi kelangsungan spesies manusia.

Posisi Pemerintah Indonesia dalam masalah ini harus menjadi pemimpin dan pelopor untuk terwujudnya hal tersebut, diharapkan Pemerintah SBY melakukan tindakan-tindakan diplomasi dan menjalin kerjasama dalam kawasan regional ASEAN dan internasional dengan negara-negara lainnya dalam menangani terjadinya pandemik virus avian influenza H5N1.

Pemerintah juga harus terus meyakinkan pihak WHO agar organisasi ini kembali pada khitahnya untuk secaran tulus menyelamatkan jiwa manusia, dan menghentikan kerjasama komersial yang secara ilegal menyerahkan 51 sampel virus flu burung kepada perusahaan tanpa memperhatikan hak para korban dan negara asal dari virus tersebut.

Akses data yang berada di dan berusaha agar WHO dapat menjadi penyedia vaksin media dan terus berupaya untuk terus melakukan penelitian yang lebih transfaran, dan agar data penelitian dapat diakses oleh seluruh peneliti di dunia agar proses penelitian dapat cepat menemukan cara penanggulangan virus ini, dan juga cepat menemukan vaksin yang lebih murah dan mudah untuk diproduksi diseluruh dunia.

Proses penelitian yang terbuka dan transparan ini penting artinya agar menghindari penggunaan sampel virus avian influenza ini dijadikan senjata pemusnah masal yang mengerikan. Kenapa hal ini penting karena pada kenyataanya akses untuk mendapatkan data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC tidak bisa dilakukan seperti yang pernah dialami The Straits Times Singapura pada tanggal 27 Mei 2006.

Sebagai usaha kita untuk ikut juga memerangi penyebaran flu burung ini mari ikut menyebarkan tulisan ini. Silahkan dicopy paste dan dipostingkan dalam blog atau website Anda, atau dicetak dan dibagikan kepada teman-teman di seluruh dunia agar menjadi gerakan bersama di planet bumi ini untuk memotong mata rantai penyebaran virus H5N1 ini. Dan bagi yang memahami bahasa-bahasa diseluruh di agar ditranslate dan disebarkan dengan bahasa setempat.

Prancis di Mata Masyarakat China

April 25, 2008

Prancis biasanya menduduki peringkat kedua setelah tanah air mereka sebagai negara yang paling dicintai rakyat Tiongkok. Tetapi hal ini telah berubah secara drastis, menurut sebuah survei yang diluncurkan kemarin.

Jajak pendapat oleh Kelompok Konsultansi Horizon, sebuah perusahaan survei, menunjukkan bahwa hampir 60 persen responden “mencatat kebencian yang semakin besar terhadap Prancis”.

Jajak pendapat telepon yang dilakukan oleh Horizon antara 18 April dan 20 April mencakup 905 warga yang berusia 16 ? 65 di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Para responden mengatakan bahwa sikap Prancis terhadap Olimpiade Beijing telah dengan parah menodai kesan mereka terhadap negara tersebut.

Survei ini juga mengidentifikasikan bahwa Kanada, Inggris, dan Jerman juga turun dalam rating. 64,8%, 57,2% dan 58,1& mengatakan mereka punya perasaan negative terhadap negara-negara tersebut.

Survei ini amat kontras dengan studi tahunan Horizon yang berjudul “Dunia di mata Tiongkok” pada tahun 2003, di mana Prancis merupakan negara kedua yang paling disukai. Tahun berikutnya, Prancis menduduki peringkat keempat.

Hasil jajak pendapat dengan jelas menunjukkan sentimen di antara warga Tiongkok terhadap Prancis setelah serangkaian sikap yang tidak bersahabat, termasuk gangguan pada estafet obor Olimpiade di Paris tanggal 7 April.

“Saya marah pada ketimpangan Prancis dalam menilai isu hak asasi manusia Tiongkok,” kata Duan Chen, seorang warga berusia 25 tahun yang bekerja di firma hukum. “Mereka main hakim sendiri.”

“Saya dulu sering membeli produk-produk Prancis yang melambangkan gaya dan keanggunan, tetapi kata-kata munafik mereka melawan Tiongkok sekarang amat mengganggu pikiran saya,” kata Duan.

Tetapi Yang Chenjiu, seorang insinyur yang pacarnya belajar di Paris menghimbau suatu cara yang lebih kalem dan rasional untuk berhadapan dengan Prancis, meskipun tetap khawatir atas pengaruh buruk hal ini dalam hubungan Tiongkok ? Prancis.

“Saya mendorong pacar saya untuk mengatakan pada rekan-rekan kuliahnya di Prancis tentang Tiongkok yang sesungguhnya,” kata Yang. “Bagaimana Anda bisa mengharapkan masyarakat Prancis untuk memiliki sikap yang obyektif tentang Tiongkok bila sebagian besar dari mereka tidak punya kesempatan untuk mendengar suara Tiongkok?”

Survei ini menolak klaim Barat bahwa Tiongkok hanya memiliki sebuah sumber berita. Ketika isunya adalah estafet obor Olimpiade atau Tibet, 76,9% responden mengatakan bahwa mereka mencatat perbedaan antara media Barat dan domestik.

Sekitar 86 persen mengatakan bahwa mereka cenderung percaya pada laporan media domestik. Mereka yang percaya pada media Barat hanya sekitar 2 persen.

Mayoritas responden, atau 82,5%, menentang pengaitan Olimpiade dengan Tibet atau hak asasi manusia.

Sekitar 75% sadar akan himbauan boykot dan protes yang diadakan di luar negeri. Dari mereka semua, 90% “menentang” dan 77 persen “sangat menentang” aktivitas-aktivitas ini.

Separuh dari para responden mengatakan bahwa apa yang dikatakan dan dibuat oleh Dalai Lama baru-baru ini memperdalam kebencian terhadapnya.

Mengenai tanggapan terhadap estafet obor Olimpiade, 60 persen dari mereka memilih “mengumpulkan suara online dan tanda tangan untuk mendukung Olimpiade” sedangkan 51 persen “menggerakkan yang lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Olimpiade,” sedangkan 39% memboykot produk-produk asing seperti produk buatan Prancis. 34% menyuarakan pendapat dalam blog dan BBS, 21% ikut serta dalam protes spontan di tempat-tempat public, sementara 10 persen melakukan hal-hal lain. 12 persen tidak melakukan kegiatan konkret, serta 5 persen menolak untuk menjawab atau tidak yakin.

Para responden diperbolehkan untuk memilih lebih dari satu jawaban untuk semua pertanyaan.

Menurut survey, antusiasme rakyat Tiongkok untuk Olimpiade tidak tergoyahkan oleh event-event yang baru terjadi ini.  (Sumber: China Daily)