Arsip untuk Juni, 2008

Tentara Australia Ditarik Dari Irak, Amerika Merasa Terkucilkan

Juni 8, 2008

Tanggal 1 Juni 2008 lalu 500 tentara diperintahkan PM Australia Kevin Rudd untuk ditarik dari Irak dari pangkalannya di Tallil, propinsi Nasiriyah, yang berada di tenggara Baghdad. Penarikan ini dilakukan secara bertahap. Tentara Australia di tempatkan di Nasiriyah untuk menjaga pangkalan minyak Irak.

Pada masa PM John Howard yang berasal dari partai konservatif ini, dan sangat dekat dengan Bush, ikut mendukung pasukan Amerika dalam menginvansi Irak tanpa melihat aspirasi dan opini masyarakat Australia pada umumnya, yang menyebabkan reaksi keras dari publik. Setelah Kevin Rudd berkuasa, yang berasal dari partai buruh arah kebijakan luar negeri Negeri Kangguru ini mulai berubah. Pada masa kampanye Rudd berjanji untuk menarik pasukan negaranya dari Irak.

Dalam keterangannya pressnya PM Kevin Rudd menyatakan alasan utama digelarnya perang Irak ternyata berdasarkan informasi palsu yang dibuat-buat, sebab informasi tentang adanya senjata pemusnah massal di Irak, sekedar berita bohong garapan Washington. Pernyataan ini membuat gundah Gedung Putih. Melalui juru bicaranya, Dana Perino. Dalam keterangannya ia berdalih bahwa seluruh dunia sepakat Saddam merupakan orang yang berbahaya. Dia juga menyatakan bahwa dunia telah sepakat berdasarkan informasi yang didapat untuk menyetujui AS melancarkan perang, tetapi dia tidak menjelaskan dunia yang mana karena pada kenyataanya keinginan menyerang Irak adalah hanya keinginan Bush saja.

Rudd menegaskan lagi bahwa kebohongan alasan mantan PM John Howard tentang Perang Irak bakal terungkap jelas di hadapan rakyat Australia. Rudd juga menyatakan bahwa semoga rakyat Amerika mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dan tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jelas sikap Australia ini sangat mengucilkan Amerika di mata dunia. Apalagi sebelumnya pasukan Inggris telah lebih dahulu ditarik.

Bantuan Kemanusiaan Indonesia Senilai USD 1,5 Juta Tiba di China

Juni 1, 2008

Bantuan pemerintah Indonesia berupa bahan makanan, obat-obatan serta tenda dengan total nilai 1,5 juta dolar AS telah tiba di Kota Chengdu, provinsi Sichuan, RRT. Bantuan tahap pertama tiba pada 23 Mei 2008 pukul 20.30 dengan pesawat Megantara Air Boeing 727-200 dengan membawa 19 ton bantuan terdiri dari tenda, bahan makanan, obat-obatan. Sementara bantuan tahap kedua tiba pada 24 Mei 2008 pukul 08.30 dengan pesawat angkut TNI AU C-130 Hercules membawa sebelas ton bantuan kemanusiaan utamanya berupa tenda. Dari bandara Chengdu, seluruh bantuan tersebut langsung disalurkan kepada para korban bencana gempa di provinsi itu.

Upacara penyerahan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah setempat dilaksanakan di bandara Chengdu tanggal 24 Mei 2008 pukul 09.00 setelah kedatangan pesawat Hercules TNI AU yang membawa bantuan tahap kedua. Bantuan diserahkan resmi secara simbolis oleh Dubes RI Beijing Sudrajat mewakili Pemerintah dan Rakyat Indonesia kepada Deputi Direktur Jenderal Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Sichuan, Huang Youming. Serah terima bantuan dilanjutkan dengan penandatanganan bersama berita acara serah terima oleh kedua pihak.

Disamping bantuan kemanusiaan pemerintah Indonesia, pada kesempatan tersebut Dubes RI juga menyampaikan donasi yang dikumpulkan oleh masyarakat Indonesia di Beijing dan sekitarnya dan staf KBRI Beijing sejumlah RMB 38.494 yuan atau sekitar Rp 51,82 juta dan 200 dolar AS. Dana tersebut dikumpulkan oleh KBRI Beijing mulai 15-18 Mei 2008 melalui pembukaan sumbangan dompet amal peduli sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia, dan termasuk pada acara Temu Usaha RI – RRT di Jakarta tanggal 15-16 Mei 2008.

Atas pemberian bantuan kemanusiaan tersebut, Pemerintah RRT menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan dan perhatian dari pemerintah Indonesia untuk meringankan beban korban yang terkena musibah.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut Direktur Kesiapsiagaan BNPB Dr. Manaor FL. Napitupulu selaku Ketua Tim Bantuan Kemanusiaan Pemerintah RI kepada Pemerintah RRT, Atase Udara KBRI Beijing, dan pejabat dari Dit. Infomed Deplu, Djudjur S.H. Hutagalung, serta Sekretaris Kedua Fungsi Sosbud KBRI.

Bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh pemerintah Indonesia tersebut memang sangat dibutuhkan, terutama tenda untuk tempat tinggal sementara para korban dimana tercatat sekitar 5 juta penduduk saat ini kehilangan tempat tinggalnya akibat gempa.

Bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan rakyat Indonesia kepada rakyat Tiongkok yang terkena musibah merupakan bentuk rasa solidaritas dua bangsa. Ketika Indonesia mengalami bencana tsunami di Aceh dan Nias serta gempa di Yogyakarta, pemerintah RRT juga tidak henti-hentinya mengirimkan bantuan dan tim medis ke lokasi bencana. (Sumber : KBRI Beijing)